Strategi Investasi Saham Agar Dapat Mendapatkan Keuntungan

Agar pendapatan hasil kerja keras sanggup berkembang optimal, Anda yang kini memiliki pendapatan sendiri telah waktunya terasa berinvestasi. Dengan berinvestasi di http://carabelisaham.id/, Anda berpeluang untuk mengembangkan dana lebih cepat dengan hasil lebih optimal.

Salah satu yang sanggup Anda timbang adalah investasi saham. Nah, bagaimana siasat investasi saham agar sanggup meraup untung? Simak artikel ini.

Investasi saham sangat mungkin dana yang Anda tanamkan bertumbuh jauh melampaui laju inflasi. Memang, sejalan kesempatan beruntung yang besar, investasi saham terhitung memiliki risiko kerugian tidak kecil. Namun, dengan siasat yang tepat, berinvestasi di saham efektif melipatgandakan pendapatan Anda dalam jangka panjang. Apa saja siasat investasi saham yang sanggup dipertimbangkan?

 

Strategi Investasi Saham yang Perlu Dipertimbangkan

1.Value investing

Strategi ketiga yang sanggup Anda pertimbangkan andaikan hendak berinvestasi saham adalah siasat value investing. Ini adalah siasat investasi yang berfokus pada pembelian value stock atau saham bernilai. Pertama kali diperkenalkan oleh investor guru Ben Graham pada tahun 1934. Saham yang jadi incaran ad alah saham yang harganya tetap rendah di bawah harga lumrah (undervalued) dan diyakini bakal meningkat tinggi harganya dalam jangka panjang.

Dengan begitu, ketika suatu kala dijual, keuntungan lebih kemungkinan dikantongi oleh si investor.
praktisi dan penulis buku “Value Investing”, tersedia tiga step siasat investasi yang mesti Anda lalui.

Pertama, Anda mesti mendapatkan saham yang harganya lebih murah dari harga seharusnya. Kedua, saham yang dipilih adalah yang mewakili perusahaan berkinerja keuangan (fundamental) bagus dan track record konsisten. Ketiga, pastikan saham berikut berasal dari perusahaan yang memiliki manajemen kredibel dan menerapkan tata kelola yang baik (good governance).

 

2. Trading saham

Trading saham arti harafiahnya adalah berdagang saham di mana Anda lakukan transaksi jual membeli saham dalam jangka pendek. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari selisih pergerakan harga saham dalam jangka pendek, terasa dari per 15 menit, harian hingga paling lama adalah seminggu.

Seorang trader lebih fokus perhatikan sentimen dan situasi pasar ketimbang situasi fundamental saham yang hendak dibeli. Analisa yang digunakan dalam membeli saham lebih mengacu pada analisa teknikal. Salah satu investor terkenal yang menerapkan siasat trading saham ini adalah George Soros.

Bila Anda tertarik menerapkan siasat investasi saham dengan trading saham, pastikan Anda telah menguasai anggapan teknikal saham dan memiliki kala yang lumayan untuk memantau pergerakan pasar dan harga saham.

3.Menabung saham

Menabung saham pada dasarnya adalah secara rutin menginvestasikan sejumlah duit di saham-saham tertentu dalam jangka kala panjang.

Harapannya, saham-saham yang telah rutin dibeli berikut harganya bakal meningkat di era depan agar mengimbuhkan keuntungan (capital gain) ketika waktunya dijual.

Menabung saham sebetulnya mengadopsi siasat investasi dollar ongkos averaging (DCA) yang sanggup diterapkan dalam investasi style apapun. Anda membeli saham yang mirip sedikit demi sedikit dan tetap menerus, tanpa sangat perhatikan pergerakan harga saham tersebut, dengan tujuan untuk memiliki saham berikut sebanyak mungkin. Warren Buffet, keliru satu orang terkaya di dunia yang terkenal sebagai investor saham terkemuka, terhitung yang menerapkan siasat DCA ini.

Ilustrasinya, Anda rutin menabung saham ABCD selama 3 tahun dengan harga pembelian umumnya Rp2.000 per lembar saham. Selama jadi pemegang saham ABCD, Anda telah menikmati sebagian kali proporsi dividen. Ketika memasuki tahun keempat, Anda hendak menjual semua saham ABCD yang Anda miliki. Harga saham ABCD kala itu telah di level Rp4.200 per lembar. Anda berpeluang mengantongi keuntungan 110% dikarenakan harga jual saham telah naik lumayan tinggi.

 

4. Income Investing

Strategi investasi saham ini memfokuskan pada pembelian saham dari perusahaan yang rutin mengimbuhkan proporsi keuntungan bersifat dividen. Strategi income investing pas bagi Anda yang menginginkan pendapatan rutin dari kepemilikan saham sebuah perusahaan.

Investor yang menerapkan siasat ini bakal cenderung memegang saham dalam jangka panjang (buy plus hold) dikarenakan lebih fokus pada pendapatan dividen ketimbang memburu keuntungan bersifat capital gain.

Meski begitu, tersedia pula yang menerapkan jurus buy plus sell yaitu membeli saham sebuah perusahaan yang hendak membagikan dividen, selanjutnya menjualnya ketika dividen telah diterima dan kala harganya telah lebih tinggi.

 

5. Growth Investing

Strategi growth investing fokus pada pencarian saham yang memiliki potensi keuntungan dan perkembangan pendapatan tinggi di era depan. Berbeda dengan value investing yang mengedepankan pentingnya penilaian pada nilai atau harga lumrah saham (valuasi), growth investing tidak sangat mempedulikan valuasi saham. Yang terpenting, saham itu diyakini memiliki potensi tumbuh yang besar.