Sistem Ekonomi Indonesia

Sistem Ekonomi Indonesia

Sistem ekonomi Indonesia dikenal dengan Sistem Ekonomi Pancasila (SEP).

Struktur sistem ekonomi Indonesia

1. Rumusan Mubyarto

  • Perekonomian didorong oleh dorongan ekonomi, sosial dan moral
  • Adanya keinginan masyarakat untuk mencapai pemerataan sosial ekonomi
  • Nasionalisme selalu memperkuat kebijakan ekonomi
  • Koperasi merupakan penopang perekonomian nasional
  • Dalam kebijakan ekonomi, terdapat keseimbangan antara sentralisme dan desentralisasi.
  • Sistem ekonomi Pancasila bukanlah liberal-kapitalis atau estetis. Namun, sistem pasar masih mewarnai kehidupan perekonomian.

 

2. Rumusan Emil Salim

  • Sistem ekonomi khas Indonesia harus didasarkan pada gagasan pokok pancasila. menjaga
  • Dari Pancasila, sila keadilan sosial adalah yang paling penting untuk bisnis.
  • Sila keadilan sosial memiliki dua arti: prinsip pemerataan pendapatan dan prinsip demokrasi ekonomi
  • Distribusi pendapatan selama masa kolonial tidak adil, karena ekonomi didasarkan pada liberalisme perjuangan bebas
  • Asas demokrasi ekonomi tertuang dalam UUD 1945 (diatur) dalam Pasal 23, 27, 33, dan 34.

 

Rumusan Sumitro Djoyohadikusumo

  • Upaya untuk Selalu Hidup Dekat dengan Tuhan
  • Upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran sekaligus penataan perekonomian masyarakat
  • Pola kebijakan ekonomi dan cara pelaksanaannya tidak menimbulkan kekuatan yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa
  • Rakyat berperan dan berperan aktif dalam upaya pembangunan
  • Pola distribusi hasil produksi lebih merata antar kelompok, wilayah, kota dan kota

 

Perkembangan Sistem Perekonomian Indonesia

Ada banyak langkah pemerintah yang dilakukan untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Berikut ini adalah upaya pemerintah dalam hal kebijakan ekonomi:

  • Repelita I (1969-1973)

Penekanan pada sektor pertanian dan sektor industri yang mendukung sektor pertanian

  • Repelita II (1973-1978)

Fokusnya pada sektor pertanian melalui peningkatan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.

  • Repelita III (1978-1983)

Fokus sektor pertanian menuju swasembada pangan melalui peningkatan industri yang mengolah bahan mentah menjadi produk akhir.

  • Repelita IV (1983-1988)

Fokus sektor pertanian untuk melanjutkan upaya swasembada pangan dengan memperkuat industri yang mampu membuat mesin-mesin industri (ringan dan berat) yang akan dikembangkan lebih lanjut dalam repelita nanti.

  • Repelita V (1988-1993)

Penekanan diberikan pada sektor pertanian untuk memanfaatkan persediaan pangan dan meningkatkan produksi hasil pertanian lainnya, serta sektor industri, terutama industri yang menghasilkan barang untuk ekspor, industri yang banyak menyerap tenaga kerja, industri yang dapat membuat mesin-mesin industri. dalam rangka mencapai struktur ekonomi yang seimbang antara industri dan pertanian, dalam hal nilai tambah dan dalam hal penyerapan tenaga kerja.

  • Repelita VI (1993-1998)

Fokusnya pada sektor pertanian untuk memperkuat pasokan pangan dan meningkatkan produksi produk pertanian lainnya, mendukung sektor industri dalam bentuk pertumbuhan dan peningkatan kuantitas dan kualitas semua bidang dan sub-sektor, yang selalu lebih tinggi dan merata. (terutama sumber daya manusia). Sumber Rangkuman Terlengkap : SeputarIlmu.Com