Sindrom Hemolitik Urimik (SHU) merupakan suatu kondisi yang kompleks  terjadinya reaksi sistem imun setelah terjadi infeksi pada saluran pencernaan. Terjadinya kondisi tersebut menyebabkan kerusakan pada sel darah merah yang memicu rendahnya sel darah merah, rendahnya kadar trombosit dalam darah, dan terjadi luka pada ginjal. Terjadinya kerusakan pada ginjal tersebut dapat mengakibatkan tersumbatnya system penyaringan pada ginjal dan dapat menimbulkan akibat fatal yaitu terjadinya penyakit gagal ginjal. 
Lalu apa yang menjadi penyebab umum terjadinya sindrom tersebut?
Dilansir dari sehatq.com, sindrom hemolitik uremik timbul karena terjadinya reaksi sistem kekebalan tubuh yang kemudian menyebabkan sel darah mengalami kerusakan. Terjadinya kondisi tersebut, menyebabkan kadar sel darah merah dan trombosit lebih rendah dari kadar pada umumnya. Selain kondisi tersebut, dapat juga memicu terjadinya luka pada organ ginjal. 
Pada umumnya yang menyebakan terjadinya sindrom tersebut adalah jenis bakteri VTEC (Eschericia Coli yang menghasilkan verositotosin). Seseorang yang mengonsumsi bahan makan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh bakteri juga berresiko terjadinya sindrom tersebut. Bakteri tersebut dapat mengganggu system pencernaan jika mengeluarkan racun shiga ( shiga toxin producing E-Coli atau STEC). Namun, dalam beberapa kasus lain, infeksi saluran pencernaan juga menjadi penyebab terjadinya sindrom tersebut. 

Penyebab umum yang terjadi pada anak-anak:

     Sindrom tersebut sangat rentan menyerang anak pada usia di bawah 5 tahun. Anak-anak yang mengalami penyakit tersebut umumnya disebabkan oleh bakteri E-Coli (Escherichia coli). Bakteri E-Coli terdapat pada usus orang yang sehat. Akan tetapi beberapa bakteri E-Coli tertentu menyebabkan terjadinya kontaminasi pada makanan yang menimbulkan terjadinya penyakit tersebut. Sanitasi yang telah terkontaminasi dengan fese dapat juga mengandung bakteri E-Coli. Bakteri lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya sindrom tersebut yaitu shigella dysenteriae dan salmonella typhi. 

Penyebab umum yang terjadi pada orang dewasa:

Jika yang terjadi pada anak-anak dipicu oleh bakteri E-Coli, sedangkan pada orang tua disebabkan oleh sebab lain. Berikut ini penyebab lainnya yaitu:

a.    Ibu yang sedang hamil
b.    Terindikasi infeksi HIV/AIDS
c.    Konsumsi pil KB
d.    Seseorang yang mengalami kanker
e.    Sedang melakukan pengobatan kemoterapu dan imunosupresan
f.    Konsumsi quinine
g.    Konsumsi obat anti-platelet, immunosupresan, dan cyclosprorine
h.    Sedang mengalami penyakit lupus sistemik dan glumerulonefritis

Penyebab lainnya, yaitu:

Selain melalui penyebab umum yang disebabkan oleh bakteri E-Coli, konsumsi obat-obatan, dan hal-hal lainnya. Sindrom tersebut dapat diwariskan secara genetik yang berasal dari orang tua kepada anaknya. Selain itu juga disebabkan oleh terjadinya mutasi genetik setelah dipicu oleh infeksi saluran pernapasan atau infeksi pada perut. 

Factor yang memicu terjadinya resiko lebih tinggi yaitu:

a.    Anak pada usia dibawah 5 tahun
b.    Orang lanjut usia di atas 75 tahun
c.    Seseorang yang mengoansumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminsi bakteri.
d.    Terjadi perubahan gen
e.    Seseorang menjalin kontak secara langsung dengan orang yang menderita sindrom tersebut (utamanya orang yang mengalami diare)

Nah itulah penjelasan mengenai penyebab umum terjadinya sindrom hemolitik uremik. jika anda sudah mengetahui penyebabnya dan jika menemui kegala-gejalanya sebisa mungkin anda segera melakuakn pemeriksaan pada tim medis untuk memastikan penyebab pasti dan dilakukan  penanganan serta pengobatan yang tepat. Jika mengabaikan gejala yang timbul dapat memberikan dampak buruk bagi kondisi kesehatan anda. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai sindrom tersebut, anada dapat mengakses pada laman https://www.klikdokter.com/penyakit/sindrom-hemolitik-uremik .