Bagi tempat umum yang tertutup seperti gedung sekolah, mall, kantor, ada baiknya dilengkapi dengan Fire Alarm atau Alat Pendeteksi Kebakaran.

Alat ini digunakan untuk meminimalisir korban jiwa dan kerusakan akibat kebakaran bahkan mencegahnya.

Salah satu komponen penting pada Fire Alarm adalah Smoke Detector yang berfungsi untuk mendeteksi asap dan mengirimkan sinyal pada control panel.

Harga Jasa Pasang Smoke Detector pun cukup beragam sesuai dengan ketentuan penyedia jasa instalasi.

Pemasangan Smoke Detector biasanya dibanderol per unit. Satu unitnya kurang lebih sekitar Rp150.000,00.

Ragam Jenis Smoke Detector

Ada 5 jenis Smoke Detector yang bisa Anda pilih untuk dipasang di rumah atau tempat kerja Anda. Berikut penjelasan dan perbedaannya.

Photoelectric Smoke Detector

Smoke Detector ini dilengkapi dengan photocell yang terdapat pada bagian bawah alat pendeteksi.

Jenis ini bekerja dengan membelokkan sinar cahaya yang awalnya lurus menjadi belok akibat paparan asap.

Hasilnya, cahaya yang berbelok akan mengenai photocell yang dilengkapi dengan lensa optik sehingga dapat mengaktifkan alarm kebakaran.

Ionization Smoke Detector

Pada Smoke Detector jenis Ionization, Fire Alarm dapat diaktifkan melalui pergerakan bahan radioaktif yang terganggu akibat asap.

Bahan radioaktif ini terdapat pada chamber yang dibuat terbuka pada ambien udara.

Sehingga, saat terjadi gumpalan asap di sekitarnya, pergerakan ion-ion yang awalnya stabil menjadi tidak normal dan dapat mengaktifkan alarm.

Projected Beam Smoke Detector

Jenis Smoke Detector ketiga ini bekerja dengan prinsip pengaburan cahaya yang terdiri dari lensa dan pemancar, juga penerima cahaya dan reflektor.

Saat kondisi normal, pemancar cahaya memancarkan cahaya tidak kasat mata yang ditangkap oleh penerima.

Namun, pada saat terjadi gumpalan asap, cahaya yang diterima menjadi kabur sehingga alarm akan diaktifkan.

Aspirating Smoke Detector

Aspirating Smoke Detector juga merupakan tipe Smoke Detector yang bekerja dengan mengandalkan sensor cahaya yang sensitif.

Detector ini memiliki komponen seperti jaringan pipa kecil, filter partikel, ruang sensor, sumber cahaya yang terfokus dan penerima cahaya yang sensitif.

Saat ada asap memasuki ruang sensor, cahaya yang menyebar dan dikaburkan oleh partikel asap ditangkap oleh sensor dan alarm otomatis diaktifkan.

Video Smoke Detector

Jenis Smoke Detector yang terakhir ini bekerja berdasarkan analisa yang dihasilkan gambar video komputer dari CCTV.

Melalui lensa kamera CCTV, komputer dengan perangkat lunak tertentu menganalisa gerakan dan pola asap yang unik.

Apabila dari gambar tersebut terdeteksi adanya asap akibat kebakaran, alarm kebakaran akan langsung diaktifkan.

Dari kelima jenis Smoke Detector tersebut, jenis pertama dan kedua adalah yang paling umum digunakan.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memutuskan ingin memutuskan instalasi Smoke Detector dan ingin anda pasang?

By dzail